HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...

Mesir Bongkar Jaringan Spionase Israel

December 21
09:21 2010

Mesir Bongkar Jaringan Spionase Israel

HMINEWS- Rasanya baru kemarin media dikejutkan dengan penemuan perangkat mata-mata Israel oleh Lebanon. Kali ini pihak keamanan Mesir mengungkapkan jaringan spinonase Israel. Kantor Berita Xinhua menulis, Senin (20/12), mereka yang terdiri dari dua warga Israel dan seorang pengusaha Mesir, diduga memata-matai hubungan internal Mesir.

Hesham Badawi, pengacara umum keamanan negara Mesir, mengungkapkan dokumen atas identitas pengusaha Mesir yang terlibat jaringan mata-mata bersama Israel. Khaled Hassan, seorang pengusaha Mesir, ditangkap atas tuduhan kegiatan memata-matai sejak Mei 2008. Pria berusia 37 tahun ini juga terkena tuduhan berat karena memberikan informasi tentang sektor telekomunikasi Mesir.

Jaksa Agung Abdul Maguid Mahmoud memerintahkan tiga tersangka dipanggil ke pengadilan. Pihak berwenang Mesir telah menghubungi Interpol untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap kedua warga Israel itu. Sebaliknya, pihak Israel tidak ada yang mau memberikan tanggapan atas keterlibatan dua warganya dalam jaringan mata-mata tersebut.[]lip6/dni

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment