HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

KPK Makin Minim Prestasi

December 30
18:53 2010

Todung Mulya Lubis

HMINEWS- Sejumlah pihak menilai kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nyaris tanpa prestasi di tahun 2010 ini. Hampir tidak ada kasus besar yang berhasil dituntaskan KPK.

“Banyak kasus besar yang belum selesai. Seperti kasus cek pelawat, kepala daerah-kepala daerah yang belum ditahan dan kasus Century. Kalau itu sudah bisa diselesaikan, saya kira itu baru pencapaian KPK,” tandas Direktur Eksekutif TII Todung Mulya Lubis, di Jakarta kamis (30/12/2010).

Karena itu, dia meminta KPK menentukan prioritas menuntaskan kasus besar. Di sisi lain, dia berpendapat, demi menjaga integritas proses pengusutan kasus korupsi KPK hendaknya memiliki penyidik independen.

“Jadi usulan untuk ada penyidik, penyelidik dan penuntut independen itu sangat penting. KPK mesti diberi kekuasaan untuk mengangkat penyelidik dan penyidiknya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan psikologis institusional memungkinkan terjadi dengan lembaga lain karena (penyelidik, penyidik, penuntut) yang bukan dari KPK.

“Ya mereka seperti punya loyalitas ganda yang kita tidak tahu, mungkin adanya mafia yang begitu aktif dengan menjadi calo atau makelar di situ (proses penghukuman) ini yang bisa menjadi celah,” katanya.[]dni

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment