HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Baru, Media Independen yang Berdayakan Perempuan

December 20
08:42 2010

Baru, Media Independen yang Berdayakan Perempuan

Oleh : Joseph Mayton

Kairo – Kerap terjadi, dunia dipandang sebagai milik lelaki semata, terutama di Timur Tengah.  Dan bahkan di dunia media, laki-laki terus saja mendesakkan agenda ke arah yang mereka pandang paling tepat. Tapi tidak harus demikian. Munculnya media independen baru telah memperlihatkan bahwa upaya yang kecil dapat memiliki dampak langsung bagi dunia.

Ambillah contoh Bikyamasr.com, yang mulai saya jalankan sejak Oktober 2009 sebagai sebuah sumber informasi independen, di mana kami mewartakan berita lokal untuk audiens global. Bikya dalam bahasa Arab berarti “benang kusut yang masih bisa dijual”, dan situs ini menakar benang kusut yang ada dalam menakar persoalan inti di Mesir. Dalam setahun, kami telah berhasil muncul di media-media arus utama – media terpandang seperti The New York Times, The Los Angeles Times dan The Guardian – dan dikunjungi oleh lebih dari 100.000 pengunjung setiap bulannya.

Baik pendukung utama maupun sebagian besar penulis kami adalah perempuan. Para perempuan mengontak kami mengenai topik yang ingin mereka tulis, yang mereka yakini sebagai warta berita “yang sesungguhnya” – berkenaan dengan kejadian setempat atau kehidupan pribadi mereka – yang kerap luput dari pemberitaan media arus utama.

Salah satu artikel, “Why I wear the hijab” (Mengapa saya mengenakan jilbab), yang ditulis oleh pengamat Mesir, Deena Khalil, masih menjadi salah satu artikel yang paling banyak dibaca di situs ini. Dan Dalia Ziada, blogger perempuan terkemuka di Mesir, telah menulis sejumlah artikel untuk Bikya Masr, yang menawarkan perspektif yang sedikit berbeda tentang hak-hak perempuan di dunia Muslim. Ia memenangkan penghargaan dari Anna Lindh Foundation untuk kategori jurnalisme daring Oktober lalu. Hal ini menunjukkan bahwa sebuah organisasi yang tak banyak menghasilkan uang tetap bisa membantu para jurnalis dalam memberi pengaruh besar.

Menjadi mimbar bagi suara-suara perempuan seperti Khalil dan Ziada adalah salah satu capaian kami yang paling membanggakan.

Mimbar daring baru telah menciptakan pasar bagi mereka yang kerap tidak memiliki modal reputasi untuk bisa menerbitkan artikel di media pemberitaan, tapi memiliki pemahaman sebanding, atau bahkan lebih baik, tentang kawasan yang mereka tulis bila dibandingkan dengan para wartawan di luar kawasan.

Untuk pertama kalinya juga, sebuah saluran yang mendorong perempuan untuk mengisi kekosongan ini pun tercipta. Para perempuan kini mempunyai panggung untuk mengudarakan pandangan mereka dan menceritakan kepada dunia, kenyataan yang tengah dihadapi perempuan di Timur Tengah.

Sherifa Ghanem, seorang perempuan dari Uni Emirat Arab yang belum lama ini menulis untuk Bikya Masr, memberi tahu saya bahwa adalah keinginan dia untuk menulis bagi media yang tidak terikat investor besar, serta bersifat lokal karena mereka mengerti bahwa “berita lokal yang disampaikan orang lokal, terlebih perempuan, bisa lebih berhasil.”

Media-media kecil yang sedang tumbuh semacam ini bisa memberi perspektif yang lebih baik tentang isu-isu di kawasan bagi audiens internasional. Walau tetap dapat dimengerti pembaca asing, konten cerita bikinan para perempuan cerdas Timur Tengah ini masihlah bersifat lokal.

Saat dunia kian berpaling ke media daring untuk peliputan dan dialog tentang isu-isu tertentu, sudah semestinya perempuan di Timur Tengah mempertimbangkan sarana ini untuk memperdengarkan suara-suara mereka. Melalui media daring, perempuan bisa menciptakan keadaan yang beralih dari perbincangan yang penuh stereotipe, ke pemahaman nyata tentang isu-isu yang sedikit berbeda – seperti pemberdayaan perempuan, pelecehan, dan norma-norma sosial – yang sering luput dari liputan media.

Media daring baru ini adalah sebuah kekuatan yang perlu diperhitungkan dan bisa menjadi tempat terwujudnya pemahaman yang benar serta membuka dialog mengenai isu-isu yang ada. Keterlibatan perempuan Timur Tengah dalam perblogan serta pemberitaan daring tidak bisa diremehkan. Mereka telah menunjukkan kemauan untuk didengarkan dan keinginan agar tulisan mereka dibaca oleh dunia. Pemberdayaan mereka melalui tulisan tidak bisa diabaikan. Kita harus mendukung para penulis perempuan independen ini, dan juga situs-situs media independen di mana para perempuan itu menemukan panggilan mereka.

###

* Joseph Mayton adalah Pemimpin Redaksi Bikya Masr (www.bikyamasr.com). Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment