HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Sambut Mahasiswa Baru, UNM Hadirkan Akbar Faizal HMINEWS.COM- Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2016-2017 di pelataran Gedung Phinisi, Sabtu (27/8/2016). Dalam acara tersebut UNM menghadirkan beberapa pembicara, Salah satunya adalah alumni UNM Akbar...
  • Pendiri KPPSI Tutup Usia, PB HMI Berduka HMINEWS.COM- Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Kabar duka menyelimuti umat Islam di Makassar, Kanda Kalmuddin, M.Si, seorang aktivis Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI), berpulang ke rahmatullah pada pukul 00.30 Wita,...
  • HMI: BOM Bunuh Diri Akhir Ramadhan, Tindakan Biadab HMINEWS.COM- Maraknya aksi teror dan ledakan bom bunuh diri di beberapa wilayah di akhir Ramadhan mendapat kecaman dan kutukan keras dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Ketua Umum...
  • Dorong Kemerdekaan Palestina, PB HMI Bentuk PUSKASPINA HMINEWS.COM-  Tepat pada tanggal 26 Ramadhan 1437 H atau 01 Juli 2016 M, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) membentuk Pusat Kajian Israel dan Palestina (PUSKASPINA). Pembentukan lembaga...
  • Farouk Abdullah: Kader HMI Harus Memiliki Economic Independent HMINEWS.COM- Farouk Abdullah Alwyni, MA, MBA, ACSI Ketua Dewan Pembina CISFED (Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development) menilai bahwa HMI harus memiliki Economic Independent (Kemandirian ekonomi), Itu...

Mantan Wakasekjen PB HMI MPO: SBY Jangan Sok Gak Tahu Dech

November 09
12:41 2010

Bamsoet : SBY Jangan Sok Gak Tahu Dech!

HMINEWS.COM- Skenario penjualan saham PT. Krakatau Steel terus menuai badai kontroversi. Bau sangit manipulasi dan persekongkolan dengan dalih privatisasi ini terus mencuat, sejumlah kalangan menduga ada konspirasi tingkat tinggi dibalik penjualan saham ini.

Anggota Komisi III DPR-RI, dari fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai SBY lamban mengambil sikap atas kisruh IPO-KS yang terus menggelinding liar ke permukaan.

“Selaku Presiden, SBY tak boleh berdiam diri ditengah kecaman dan penolakan publik atas skenario IPO saham PT. Krakatau Steel saat ini. Seperti apapaun sikap dan posisi yang diambil, sikap presiden amat diperlukan untuk memperjelas pendirian pemerintahannya,” tegas Bambang dalam rilisnya ke Rimanews.com (8/11).

Bambang berharap, sebelum telanjur menjadi skandal seperti halnya kasus Century, presiden seharusnya mampu menggunakan wewenangnya untuk membatalkan atau menunda IPO KS saat ini.Presiden juga perlu meminta penjelasan dari menteri BUMN, Mustafa Abubakar terkait IPO KS. Karena skenario IPO-KS saat ini dinilai sejumlah kalangan hanya merugikan pemerintah.

Selain itu KS juga telah melahirkan tuduhan atau dugaan kalau pemerintahan SBY menjual murah KS, padahal KS tercatat sebagai industri yang strategis.

Bahkan Masyarakat dan kalangan DPR-RI menurut Bambang telah mencium modus penipuan dan akal-akalan dibalik penjualan saham KS yang hanya dihargai 850 perlembar. “Diduga ada konspirasi kekuatan besar, yang memanfaatkan privatisasi KS sebagai modus merampok kekayaan negara,” imbuhnya.

Di permukaan, lanjut Bambang, penipuan itu memang tidak terlihat, karena rangkaian proses dan tahapan-tahapannya legal. Misalnya, bahwa privatisasi itu sudah diagendakan pemerintah sejak jauh hari, dan disetujui DPR. Semua prosesnya pun  mengikuti aturan main yang berlaku, termasuk pentahapan data-data, mekanisme perhitungan, serta formulasi penetapan harga saham IPO.

“Data tentang kinerja perusahaan disebut legal, pasalnya diambil dari data internal perusahaan. Namun terendus ada data yang disamarkan atau disembunyikan dalam perhitungan harga saham. Maka, wajar jika sejumlah kalangan menganggap harga 850 itu tak wajar dan alias terlalu murah,” kata Mantan Wakasekjen PB HMI MPO ini. []MM/dni

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. Amas Mahmud
    Amas Mahmud November 10, 20:27

    Benar itu Bang, SBY sering melakukan tindakan pura-pura lupa, kalau tidak SBY sangat suka menangis di depan publik sebagai bentuk pencitraan dirinya. Hahahahaha…… Bahaya ini SBY.

    Reply to this comment

Write a Comment