HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Pemuda Muslim Jadi Dalang Penghinaan Nabi Muhammad SAW di Dunia Maya, Memalukan!

November 12
14:56 2010

Ironis, Anak Seorang Cendikiawan Muslim Jadi Dalang Penghinaan Terhadap Nabi

HMINEWS.COM- Jagad blogger Arab pernah diguncang oleh seorang blogger misterius yang mengklaim bahwa ia adalah Tuhan dan melancarkan hinaan pada junjungan umat muslim, Nabi Muhammad. Dalam beberapa tahun, pria yang sama juga diduga memposting argumen atheis di blog berbahasa Arab dan Inggris. Blog bahasa Arabnya sudah dikunjungi lebih dari 70.000 pengunjung, kebanyakan dari negara-negara Arab.

Tak hanya itu, ia juga diduga memiliki tiga grup di Facebook yang secara sarkastik jadi ajang pendeklarasian diri sebagai Tuhan. Dengan memalsukan ayat Al Quran, ia juga memerintahkan pengikutnya untuk mengganja.

Apa yang dilakukannya menuai hujatan dan kemarahan umat beragama, khususnya umat muslim. Sampai akhirnya aparat bertindak dan menguak identitas blogger kurang ajar ini.

Dan hasilnya, benar-benar di luar dugaan. Blogger misterius ini ternyata adalah seorang tukang cukur pemalu yang tinggal di Tepi Barat, wilayah kekuasaan Palestina.

Ini tentu saja mengejutkan penduduk Qalqiliya, mereka benar-benar tak menyangka Walid Husayin (26) adalah pelakunya. Tak diperkirakan, putra seorang cendekiawan muslim, ini ternyata memiliki kehidupan ganda.

Padahal, Husayin dikenal sebagai pemuda pendiam yang rajin salat Jumat berjamaah. Ia bekerja di tempat cukur rambut milik sang ayah.

Penyelidikan aparat membuka aktivitas yang dilakukan Husayin di waktu luangnya: memposting pendapat yang anti-religi di internet. Atas perbuatannya, Husayin  telah ditahan dan terancam hidup di balik terali besi seumur hidup. Bahkan, beberapa orang menuntut ia dihukum mati.

“Ia harus dihukum di depan publik, untuk jadi pembelajaran bagi lainnya,” kata Abdul-Latif Dahoud (35) penduduk Qalqiliya.

Saat beraksi, ia menggunakan nama samaran dalam blog dan laman facebook-nya. Suatu hari ulahnya diketahui sang ibu yang langsung memutus sambungan internet di rumahnya.

Husayin lantas beralih ke warung internet (warnet) — kesalahan besar yang membuatnya tertangkap. Pemilik warnet, Ahmed Abu-Asal mengaku curiga dengan polah  pemuda yang biasa menghabiskan  waktu 7 jam per hari di komputer paling pojok.

Namun, yang paling terluka atas penangkapan ini adalah keluarganya. Dengan hati hancur, sang ayah meminta media menjauhi pemberitaan soal anaknya, agar keluarganya tak merasa malu.

Dua sepupunya mengungkapkan, Husayin menderita depresi karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

Mereka — yang tak mau namanya disebutkan — mengaku ibu Husayin pasrah anaknya dihukum seumur hidup — demi kehormatan keluarga dan yang lebih utama, untuk melindungi pemuda itu dari aksi main hakim sendiri.[]ach/viva

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment