HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

PT SGC “Gulaku” Serobot Tanah Ulayat Masyarakat Tulang Bawang

October 21
13:35 2010

Masyarakta Tulang Bawang Melakukan Aksi Unjuk Rasa Menuntut Pemerintah Pusat Mencabut HGU PT GSC

HMINEWS.COM- Dibalik kejayaan PT. Sugar Group Companies yang memiliki lahan yang diduga  ribuan hektar di kawsan Kabupaten Tulang Bawng, Lampung yang kini telah ditanamin  tebu yang luas dan dan memeberikan kekayaan yang cukp besar kepada pihak PT SGC. Namun hal ini cukup kontras, dimana hasil kekayaan yang berlimpah, PT SGC menyimpan banyak  persoalan yang sampai saat ini belum terungkap, bak mengurai benang kusut, bermacam-macam masalah yang timbul silih berganti. Padahal seharusnya apabila suatu daerah terdapat perusahaan yang besar maka manfaatnya akan dirasakan masyarakat secara langsung, tetapi apa yang terjadi hanya mudharat yang masyarakat terima.

Demikian hal tersebut dikatakan Reka Punnata, Koordinator Masyarakat Lampung Berhimpun, yang juga aktivis Pengurus Besar  Himpunan Mahasiswa Islam melalui prees realese yang diterima redaksi RIMANEWS.COM Kamis (21/10/2010)

Reka menilai bahwa semenjak keberadaannya, PT. Sugar Group Companies (SGC) tidak memberikan dampak positif bagi kemajuan masyarakat banyak, khusunya masyarakat Kampung Ujung Gunung Ilir, Lingai, Kibang, Kampung Menggala, Bakung Ilir, Bakung Udik, Gedung Meneng, Dente, Gedung Aji, Penawar, Astra Ksetra dan Teladas serta umbul-umbul (Olok Sengiang, Cakat Ramah Tua, Genitek, Kapitan Kalung, Mengguk, Hi. Usin, Din Bajau, Cakat Ibrahim, Purus Graf, Mangga, Purus Tendou, Putro Batin, Kyu Lemai & Tabu), yang lokasi kampungnya berada di tengah-tengah perusahaan.

Bahkan keberadaanya sangat menggangu aktivitas warga sekitar, ini terlihat dari minimnya akses insfrastruktur jalan masuk desa, pasilitas listrik dll. Bahkan perusahaan ini (SGC) di nilai dalam melakukan usahanya melanggar hukum, kata Reka.

Pada saat ILP, ILBM dan ILCM berdiri (anak perusahaan SGC) dari tahun 1991, tidak memiliki Izin Lokasi dan Pembebasan, karena pada tahun 1994 Izin Lokasi dan Pembebasan telah dicabut oleh Gubernur Lampung sesuai dengan Nomor: G/288/BPN/HK/1994 tanggal 13 Juli 1994, tetapi ironisnya pada tahun 1995 Menteri Negara Agraria/BPN menerbitkan HGU dengan Nomor: 78/HGU/BPN/95 tentang pemberian HGU atas nama PT. Indolampung Perkasa, lagi-lagi ”Pemerintah” tidak berpihak dengan rakyat. Dan perusahaan SGC ”telah” melakukan penyerobotan Hak ulaayat masyarakat.

Menurut Reka,  PT SGC telah  melanggar UUPA Bab IV pasal 34. Juncto PP nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah serta  UU KUHP dan KUHPerdata.

Disamping itu,  Dalam melakukan produksi tebu menjadi gula, SGC “tidak” melakukan kewajibannya untuk melaksanakan tanggung jawab social perusahaan, meningkatkan pengembangan ekonomi berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. hal ini jelas pihak PT.SGC melanggar UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Pasal 3 ayat (2) poin c,f dan h, Pasal 14 poin b, Pasal 16, Pasal 15 (b), ujar Reka

Dan lebih anehnya lagi, Dalam pengelolaan lahan, PT SGC melakukan penggarapan di daerah konservasi alam dan melakukan penimbunan di daerah rawa-rawa serta melakukan penanaman tebu sampai di bibir sungai/rawa (lebung), selain itu hak-hak keperdataan masyarakat hukum adat belum sepenuhnya di berikan kompensasi/ganti rugi, hal ini tentunya merupakan perbuatan melawan hukum yaitu melanggar UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Pasal 60 poin b, c, d, dan e. Juncto UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan pasal 68 ayat 3 dan pasal 68 ayat 4., jelas Reka.

Lagi-lagi Pihak PT SGC dituding telah melanggar UU Nomor  32  Tahun  2009TentangPerlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 2poin b, c, d, e, g, i, dan l, Pasal 3a, b, c, d, e, f, g, h, i, dan j, Pasal 7 ayat(1) poin a, b, c, d, f, dan g, Pasal 12ayat (2) poin b,danc. BAB VI Pasal 57 ayat (1) huruf c poin a dan b.Pasal 70 poin (1) dan (2) dimana PT SGC Dalam setiap kali musim panen, SGC melakukan pembakaran lahan guna mempermudan proses panen dan untuk menekan biaya operasional perusahaan, padahal tindakan pembakaran yang dilakukan SGC tidak diperbolehkan karena selain menyebabkan polusi udara, dampak dari pembakaran tersebut berakibat pada penipisan ozon.

Dalam kegiatan produksinya SGC hanya mementingkan profit oriented (keuntungan) semata, sementara mengabaikan kewajiban sosialnya/CSR (Corporate Social Responsibility) dan lingkungan, padahal tanggung jawab sosial berupa kesehatan, ekonomi berkelanjutan dan bina lingkungan merupakan kewajiban perusahaan yang harus di penuhi/realisasikan, lagi-lagi pihak PT SGC diduga melanggar UU Nomor 40 Tahun 2007 Perseroan Terbatas, pasal 74 poin (1), (2)dan (3), jelas Reka.

Berdasarkan hal tersebut, mayarakat merasa sangat dirugikan atas keberadaan PT SGC, Masyarakat mendesak presiden Susilo bambang Yudhoyono untuk segera mencabut Hak Guna Usaha dan mengembalikan seluruh tanah/hak ulayat masyarakat yang selama ini telah dirampok tanpa adanya ganti rugi dan kompensasi yang disepakati kedua belah pihak.[]dni

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

6 Comments

  1. Ardi Prasetyo
    Ardi Prasetyo March 30, 00:13

    Mengenai keberadaan PT. SGC di Tulang Bawang saya rasa cukup membantu masyarakat perkampungan sekitar dengan memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka dan ditujukan agar dapat memajukan kesejahteraan mereka. On the other hand, PT. SGC juga telah membantu masyarakat perkampungan sekitar dengan memberikan bantuan pembangunan sekolah, bantuan sembako yang dikirimkan langsung pada masyarakat yang berada di perkampungan sekitar dan juga PT. SGC telah memberikan layanan berobat gratis kpda masyarakat perkampungan sekitar.
    Demikian sedikit hal yg dpt saya share mengenai PT. SGC yg keberadaannya dianggap merugikan.
    Terimakasih

    Reply to this comment
  2. asev
    asev March 30, 09:57

    mengenai masalah PT SGC melanggar beberapa ketentuan yang ada pada UU dan peratuaran perundang undangan yang lain, jangan lah melihatnya dari satu sisi saja,memendanglah secara objektif untuk setiap masalah yang ada karena setiap adapendirian suatu PT pasti ada sisi positif dan negatifnya .PT SGC sejauh ini telah melaksanakn tanggung jawab sosoalnya untuk masyarakat sekitar termasuk para buruh yang ada di PT SGC antara lain memberikan sumbanga-sumbangan kepada masyarakat sekitar serta memberi pelayanan kesehatan geratis dan juga membangun sarana pendidikan yang diperuntukan untuk semua kalangan masyarakat.
    mengenai mentri agraria memberikan HGU itu pun sudah pasti dengan syarat syarat dan kententuan yang tidak mudah sudah dipikirkan dengan baik baik tidak sembarangan,..sekian pendapat yang bisa saya sampaikan. terimakasih.

    Reply to this comment
  3. Mala
    Mala April 06, 06:49

    sejauh yang saya tau, pembakaran tebu tidak hanya di PT SGC,, hampir semua pabrik tebu diseluruh indonesia membakar tebunya. di jawa timur, di yogya, dan di hampir semua PTPN juga membakar tebunya. lalu masalah CSR, management SGC sering kali memberikan bantuan dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan sembako. infrastruktur masuk ke desa? seperti apa yang dimaksudkan? jalan yang harus di aspalkah? atau mobil menuju ke desa? infrastruktur yang seperti apa yang dimaksud? banyak hal tidak sesuai dengan realita yang di tulis di berita ini. mohon beri informasi yang valid, karena jika itu memang benar2 valid, mungkin itu bisa dipertimbangkan juga oleh pihak SGC.

    Reply to this comment
  4. RynDie 04
    RynDie 04 March 08, 23:31

    ah itu mah yg udh ngrasa bntuan dri SGC hbis jd sok2n ngmong2in gak bner.
    cba bntuan dri SGC msih sisa atau ditmbah lg, mngkin msih mingkem gak bnyak omong asal2n

    Reply to this comment
  5. templo de quimbanda
    templo de quimbanda August 18, 02:07

    Antes que a fazer um mandinga devem em primeiro lugar terem usado
    todas e cada uma das armas femininas que tem.

    Reply to this comment
  6. cerrajerossantandreudelabarca.com
    cerrajerossantandreudelabarca.com September 10, 04:29

    Con un reducido término municipal (oncе
    cօn cіnco қm²), ubicado a 831 metros Ԁe altura ѕobre el nivel deⅼ mar, eⅼ pueblo, pedanía del Municipio ԁe
    Sasamón, еstá regado рor múltiples arroyos tributarios ⅾel río Brulléѕ, ᥱn la cuenca
    del Pisuerga. http://cerrajerossantandreudelabarca.com/

    Reply to this comment

Write a Comment