HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...

Mau Tahu Gaji Bos Bank BUMN di Indonesia, Ini Dia!

September 28
13:11 2010

HMINEWS.COM- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar tim ekonomi melakukan evaluasi terhadap gaji direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Presiden mengingatkan belajar dari krisis finansial global 2008, banyak perusahaan di dunia bangkrut lantaran mengalokasikan belanja pegawai terlampau tinggi. Berikut ini rangkuman VIVAnews dari laporan keuangan dan gaji para bos  bank BUMN yang dipublish di pasar modal.

1. Bank Mandiri

Bank Mandiri (foto:vivavews)

Sepanjang 2009, 11 orang direksi Mandiri memperoleh gaji Rp.27,57 miliar, tunjangan Rp.17,51 miliar dan bonus Rp.48,0 miliar. Totalnya adalah Rp93,08 miliar pada 2009 setara dengan Rp.7 miliar per tahun atau Rp.705 juta per bulan.

Pada Mei 2010, gaji dan tunjangan memang tidak naik, tetapi bonus direksi dan komisaris Mandiri naik dari Rp60 miliar (direksi Rp48 miliar, komisaris Rp.12,8 miliar) pada Mei 2009 menjadi Rp.83 miliar. Itu belum termasuk fasilitas bagi 11 direksi berupa perumahan Rp1 miliar, transportasi Rp3,87 miliar dan santunan Rp. 4,69 miliar.

2. Bank Rakyat Indonesia

Bank Rakyat Indonesia (foto:vivanews)

Jumlah gaji dan tunjangan yang diperoleh sepuluh orang anggota direksi BRI naik signifikan dari Rp. 25,2 miliar pada 2008 menjadi Rp. 40,3 miliar pada 2009.

Dengan begitu, rata-rata seorang direktur BRI menerima penghasilan Rp. 4 miliar per tahun atau Rp. 333 juta per bulan. Namun, itu belum termasuk bonus, insentif dan tantiem yang diterima oleh direksi, komisaris hingga pejabat eksekutif BRI yang totalnya mencapai Rp. 159,9 miliar pada 2009.

3. Bank Negara Indonesia

Direktur BNI (foto:vivanews)

Total gaji dan kompensasi yang diterima oleh direksi dan komisaris BNI pada 2009 adalah Rp. 42 miliar. Dengan asumsi, komposisi penghasilan direksi dan komisaris BNI tak jauh berbeda dengan bank BUMN lainnya, penghasilan sembilan direksi BNI kemungkinan Rp. 34 miliar selama 2009. Atau penghasilan seorang direktur BNI sekitar Rp. 3,7 miliar per tahun atau Rp314 juta per bulan.

4. Bank Tabungan Negara

Direktur BTN ‘tengah’ (foto:vivanews)

Total gaji dan kompensasi, termasuk tantiem yang dibayarkan kepada enam direksi BTN adalah Rp. 27,06 miliar atau rata-rata Rp4,5 miliar per orang pada 2009. Setiap bulan, rata-rata seorang direksi BTN memperoleh Rp. 376 juta.

BTN merupakan bank terbesar ke-sepuluh di Indonesia dengan total aset Rp. 58 triliun pada akhir tahun lalu atau naik dari Rp. 44 triliun pada 2008. Total laba yang diraih oleh bank yang dipimpin oleh Iqbal Latanro ini cuma naik sedikit dari Rp. 430 miliar pada 2008 menjadi Rp. 490 miliar.[]viva/ham

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

2 Comments

  1. ainul
    ainul September 29, 11:03

    memakmurkan sepihak

    Reply to this comment
  2. suryo albar
    suryo albar October 27, 08:26

    ini berita sumbernya dari mana yaaa ???
    banyak yg salah nih,,,,

    Reply to this comment

Write a Comment