HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...

Hizbullah : Dalam Bentang Sejarah dan Peristiwa

August 30
00:42 2010

Hasan Nasrullah

HMINEWS.COM- Nama Hizbullah mulai mencuat seiring dengan agresi Israel ke Lebanon. Sejarah kelahiran Hizbullah memiliki kaitan erat dengan revolusi Islam di Iran, di bawah pimpinan Ruhullah Al Musawi Khomaini pada tahun 1979. Semenjak tahun 1982 Hizbullah mulai mendapatkan legalitas dalam memberikan perlawanan terhadap penjajah Israel di Lebanon. Pada tahun 1985 Hizbullah secara resmi mendukung Revolusi Islam di Lebanon. Strategi politik dan militer Hizbullah pun dinilai sukses, terbukti dengan hengkangnya Zionis dari tanah Lebanon, pada tahun 2000.

Cikal Bakal Hizbullah

Berdirinya organisasi Hizbullah tidak terlepas dari paham Syi’ah, yang berkiblat ke Madrasah Ad-diniyah Najaf dan partai dakwah Islam yang diketuai oleh Muhammad Baqir As-Sadr di Irak. Lembaga ini telah mencetak generasi-generasi militan yang mengembangkan Syi’ah di Lebanon. Satu diantaranya adalah Musa As-Sadr, pendiri Harakah AMAL (Batalyon Perlawanan Lebanon) yang saat ini dipimpin oleh Nabih Berre yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Lebanon.

Ketika langit perpolitikan Lebanon mulai nampak keruh pada tahun 1978, As-shadr tiba-tiba menghilang dari kancah perpolitikan. Bersamaan dengan itu muncullah nama Muhammad Husain Fadlullah sebagai figur di dunia pendidikan dan politik, yang secara tidak langsung mempengaruhi kondisi perpolitikan di Lebanon. Namanya kian mencuat seiring dengan berdirinya Hizbullah. Bahkan ia sempat dinobatkan sebagai pimpinan spiritual Hizbullah. Akan tetapi ia menolaknya. Namun tak seorangpun memungkiri kiprah Fadlullah dalam memajukan Hizbullah, baik dalam bidang politik maupun militer.

Para Petinggi Partai

Hizbullah tidak menerapkan sistem kepemimpinan yang jelas hingga tahun 1989. Kebijakan-kebijakan yang diambil biasanya dilakukan dengan cara mufakat. Pemilihan pimpinan tertinggi pertama baru digelar pada tahun 1989, dan terpilihlah Syekh Shubhi Thufaili, sebagai pimpinan Hizbullah untuk masa jabatan 1989-1991.

Berlanjut setelah masa beliau, terpilihlah Syekh Abbas Al Musawi, yang masa jabatannya tak lebih dari sembilan bulan. Di masa kepemimpinannya Hizbullah mengkonsentrasikan perlawanan terhadap penjajah Israel, hingga akhirnya ia ditangkap oleh pihak zionis. Di tengah kekosongan kepemimpinan ini, diangkatlah Hasan Nashrullah sebagai ketua Hizbullah sejak tahun 1992 hingga sekarang.

Penopang Kekuatan

Aktivitas Hizbullah lebih dominan dilakukan di daerah yang mayoritas berpenduduk Muslim Syi’ah, seperti pinggiran kota selatan Beirut, daerah lembah Bekaa dan wilayah Selatan Lebanon. Dukungan juga datang dari penduduk sekitar tiga kawasan tersebut. Pada umumnya yayasan Hizbullah merupakan perpanjangan tangan dari yayasan “Um” di Iran. Kegiatannya berkonsentrasi dalam bidang sosial kemasyarakatan, menyokong perlawan terhadap penjajah dan media informasi. Salah satunya adalah memdirikan Channel Televisi Al Manar

Hubungan dengan Iran dan Suriah

Berdasarkan pernyatan sikap Hizbullah, pada tanggal 16 Februari 1985, ditegaskan bahwa, “Hizbullah akan mematuhi perintah pemimpin yang bijaksana dan menjunjung tinggi keadilan dalam bentuk  Wilayatul Faqih dibawah pimpinan Ruhullah Ayatullah Al Khomaini, sang pencetus lahirnya Revousi Islam dan pelopor kebangkitan Islam”.

Para petinggi Hizbullah menyatakan bahwa hubungan kelompoknya dengan Iran berawal dari pemahaman yang sama, yaitu aliran Syi’ah. Mereka menjadikan para pemimpin Syi’ah di Iran sebagai rujukan dalam masalah agama dan politik. Namun setelah wafatnya Ayyatullah Khomeini, muncul banyak pendapat yang menolak sistem kepemimpinan ala Khomeini. Hal ini membuka kesempatan untuk berdiskusi lebih tajam dalam mengambil setiap kebijakan, sekalipun demikian Hizbullah tetap menjadikan Iran sebagai kiblat politik dan budaya. Maka wajar apabila Hizbullah lalu mendapatkan sokongan materi dari Iran, disamping bantuan lain yang didapat dari iuran anggota.

Keberadaan Hizbullah sebagai organisasi perlawanan terhadap zionis Israel, menjadikan Suriah mendukung eksisitensinya, baik dalam bentuk bantuan moral maupun politik. Sekalipun demikian kedua belah pihak pernah mengalami gesekan, puncaknya terjadi pada tahun 1987, yang menewaskan 20 pejuang Hizbullah. Namun dengan bantuan Iran kedua belah pihak dapat bersatu kembali. Kondisi ini terus membaik, terlebih setelah Syekh Hasan Nashrullah menjabat sebagai pimpinan Hizbullah.

Perlawanan Hizbullah

Hizbullah ikut terlibat dalam perang saudara di Lebanon, bahkan ia berhasil menguasai kamp militer di tepi selatan kota Beirut. Akan tetapi para petinggi Hizbullah mengatakan bahwa, peran militernya dalam peperangan yang berlangsung selama ini, semata-mata bukan untuk kepentingan internal Hizbullah.

Di tahun 1988 Hizbullah pernah berseteru dengan Gerakan AMAL Syi’ah, yang menewaskan puluhan korban dari kedua belah pihak. Peristiwa ini memberi pengaruh buruk terhadap kondisi politik dan sosial masyarakat Syiah di Lebanon, dan hampir menyebabkan terjadinya perpecahan di dalam kubu Syi’ah. Namun kedua kubu tersebut tetap berupaya mereda peperangan ini dan beusaha membina hubungan baik. Pemandangan semacam ini merupakan hal yang wajar terjadi dalam pemilu di Lebanon pasca perjanjian Thaif.

Dalam kancah internasional, Amerika menuduh Hizbullah sebagai pelaku peledakan kamp militer Amerika-Prancis di kota Beirut tahun 1983. Yang menewaskan 300 tentara dari kedua negara tersebut. Hizbullah juga dituduh sebagai sutradara dibalik drama penyanderaan beberapa tentara Eropa, pasca meletusnya perang Lebanon.

Hizbullah dalam Catatan Sejarah

Para pengamat memandang eksistensi Hizbullah cukup fenomenal di dunia Arab. Mereka juga menilai bahwa, sejarah akan mengabadikan namanya sebagai sebuah gerakan perlawan karena  sukses dalam menaklukan kekuatan penjajah Israel, dan memaksa pasukan zionis itu menarik militernya dari wilayah selatan Lebanon. Beberapa perjanjian untuk tukar tawanan juga berhasil dilangsungkan. Dalam sepak terjangnya, Hizbullah memiliki kekuatan di segala bidang, baik politik, militer maupun media pers. Dan media pers ini berfungsi sebagai corong perjuangan, dengan terus meliput kemenangan yang dicapai Hizbullah. Dimana kendaraan politiknya berupaya membantu setiap gerakan perlawanan baik yang berada di timgkat dalam negeri, dunia arab maupun Internasional.

[] Dikirim oleh Yayasan Al Muntazhar

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment