HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Pengusutan Kasus Kekerasan Aktifis ICW Jalan di Tempat

August 22
21:51 2010

Tama S Langkun dibesuk Presiden SBY

Jakarta, HMINEWS.COM- Kedatangan beberapa tokoh nasional serta presiden SBY membesuk Aktivis ICW korban kekerasan orang yang tidak dikenal, Tama S Langkun beberapa waktu yang lalu bukan merupakan suatu jaminan kalau kasus ini akan segera tuntas, pasalnya  lebih dari satu bulan kasus kekerasan terhadap aktivis belum juga tuntas bahkan sampai saat ini pengusutan kasus tersebut berjalan di tempat alias tidak jelas.

Lambatnya penanganan kasus hukum  tersebut, mendapat protes dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Mereka menilai dan sepakat  mendesak Polri untuk segera mengusut kasus kekerasan terhadap Tama, demikian dikatakan ketiganya dalam pernyataan sikap yang disampaikan Minggu (22/8) di Jakarta.

Tidak hanya kasus hukum Tama, mereka juga meminta polri untuk segera mengusut tuntas kasus pelemparan bom molotov di kantor majalah Tempo bulan lalu, ujar Haris Azhar dari Kontras di kantor ICW, Jakarta.

Sebenarnya ICW dan Tempo telah berupaya bersikap kooporatif dalam membantu polri dalam melakukan penyidikan terkait kasus tersebut, tapi hingga saat ini polri juga belum mampu menemukan pelaku di balik kejadian tersebut, hal ini jelas sangat memalukan, oleh karena itu kami meminta polri untuk lebih serius lagi dan terbuka dalam menjelaskan kasus ini kepada publik, kata Haris.

Sebagaimana yang diberitakan, pada bulan juli lalu aktivis ICW, Tama S Langkun dianiaya oleh orang yang tidak dikenal usai menyaksikan pertandingan piala dunia dini hari tepatnya di daerah Duren Tiga, Jakarta, sedangkan kasus pelemparan bom molotov ke kantor majalah tempo diduga terkait dengan  cover majalah mingguan Tempo awal Juli lalu  yang berjudul ‘Rekening Gendut Perwira Polisi”. sampai saat ini kasus tersebut belum terungkap alias jalan di tempat. [] qian

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment