HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Konferensi Cendekiawan Islam Internasional Gelar Seminar Perdamaian

July 22
09:00 2010

Konferensi Cendekiawan Islam Internasional (International Conference of Islamic Scholars – ICIS) menggelar halaqah atau seminar perdamaian di Jakarta, Kamis (22/7).

Sekretaris Jenderal ICIS KH Hasyim Muzadi, Rabu, mengatakan, halaqah tersebut merupakan rangkaian dari peringatan enam tahun forum itu.

Halaqah menampilkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri, dengan pembicara kunci mantan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi yang akan menyampaikan materi bertema “Membangun Kekuatan Etos Dunia Islam dalam Menegakkan Keadilan dan Meningkatkan Kemakmuran”.

“Beliau (Badawi, Red) sangat layak menjadi `keynote speech` pada halaqah perdamaian ini. Selain mantan perdana menteri, beliau juga pernah menjabat presiden Organisasi Konferensi Islam (OKI),” kata Hasyim.

Dikatakannya, halaqah perdamaian tersebut juga merupakan “peresmian” dari pengembangan gerakan ICIS dari yang sebelumnya sekedar forum konferensi kini ditambah dengan peran pengkajian, khususnya terkait persoalan konflik di negara-negara Muslim.

“Waktu didirikan enam tahun lalu, struktur organisasi ICIS belum sepenuhnya tertata, kini tentunya harus lebih tertata. Tetapi perubahan ini tentunya harus diratifikasi dalam pleno ICIS yang rencananya digelar November mendatang,” katanya.

Dikatakannya, pada tahap awal, ICIS lebih menekankan upaya menyamakan pandangan di antara negara-negara yang berpenduduk Muslim dengan mengampanyekan Islam sebagai `rahmatan lilalamin`.

“Sekarang ICIS juga akan melakukan kajian soal akar konflik di internal muslim, merumuskan solusi, sekaligus aksi nyata,” kata mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.

Untuk keperluan itu, Sekjen ICIS menggandeng sejumlah tokoh nasional yang diposisikan sebagai dewan pakar, antara lain mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, serta dua mantan Menteri Agama yakni KH Quraish Shihab dan KH Tholhah Hasan, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono dan pendiri ESQ Ary Ginanjar Agustian.[]Rif/Ant

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment