HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Pancasila, Peta Jalan Menuju Ekonomi Indonesia Sejahtera

June 01
11:00 2010

Oleh Ivan

Hari ini Kapitalisme telah membuktikan diri sebagai sebuah madzab ekonomi yang mampu memegang kendali dunia, bahkan banyak orang beranggapan bahwa dengan menjadikan kapitalisme sebagai sebuah sistem perekonomian sebuah negara yang mampu menjadi sebuah solusi untuk keluar dari kemiskinan. Cina adalah negara yang telah membuktikan diri bahwa kapitalisme telah membawa mereka kemasa kegemilangannya dalam segi ekonomi, bak Naga yang bangkit dari tidur panjang setelah dikungkung selama puluhan tahun oleh pandangan ekonomi sosialismenya. Kini liberalisasi dan globalisasi dianut oleh China sebagai solusi bagi percepatan pertumbuhan ekonomi.

Namun benarkah bahwa Kapitalisme menjadi solusi bagi negara yang ingin lepas dari kemlaratan, macam Indonesia. Mengutip pendapat Marx bahwa kapitalisme itu akan menjumpai kehancuranya dengan sendirinya, meskipun faktanya apa yang dikatakan Marx sama sekali belum terbukti. Yang ada justru negara-negara kapitalisme semakin mapan, kuat dan terus mendominasi, sementara negara-negara sosialis perlahan tapi pasti mulai hancur.

Pertanyaannya bagaimana dengan Indonesia, haruskah Indonesia mengikuti Cina berserta negara-negara kapitalis lainnya itu?

Menilik sejarah berdirinya republik ini, rasanya kita tidak perlu berdebat lagi tentang madzab atau jalan ekonomi apa yang harus kita anut. Para pendiri bangsa jauh-jauh hari telah berfikir jauh tentang kerangka perekonomian bangsa ini. Soekarno punya Marhainisme, Tan Malaka punya Gerpolek dan Hatta dengan Koperasinya dimana ketiga pemikiran tokoh tersebut dilandaskan atas kondisi real masyarakat Indonesia. Pemikiran mereka lahir dari sebuah proses dialektika panjang dan sebuah konsepsi yang mengakar dimana didalamnya sudah pasti ada ruh Indonesia yang terkandung didalamnya.

Dari sebuah perjalanan panjang bangsa ini lahirlah pancasila sebagai falsafah hidup, dimana ia menjadi peta jalan baik dalam beragama, bernegara, bermasyarakat, berpolitik dan bahkan berekonomi. Sila terakhir pancasila “ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia “ semakin menegaskan bahwa ada sebuah tujuan mulia dari bangsa ini, bahkan bila kita sedikit ekstrim dalam menafsirkan arti sila ini. Hal ini rasanya erat hubungannya dengan prihal perekonomian bangsa ini. Yang mana dalam menjalankan sebuah kehidupan ekonomi hendaknya tercipta sebuah keadilan agar tecapai sebuah kesejahteraan.

Sudah barang tentu pancasila adalah jawaban dari kegamangan kita sebagai bangsa dalam menentukan arah kehidupanya, baik ekonomi, politik, bernegara, beragama dsb. Hanya saja masalahnya nilai luhur dari pancasila kini mulai luntur, pancasila tak lagi murni. Bahkan yang menyedihkan, pancasila sebagai ideologi bangsa mulai ditinggalkan, ia hanya sebuah ornament dalam kehidupan bangsa , pancasila jadi sebuah ideologi kuno sebuah konsepsi yang tak lagi uptodate untuk dianut.

Untuk itu sudah saatnya kita mengembalikan nilai-nilai pancasila dan mengamalkannya. Kita bersama-sama harus mengagali kembali nilai-nilai pancasila dalam konteks kehidupan perekonomian, dengan menjadikan sila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” sebuah bahan kajian kita agar muncul sebuah referensi baru prihal sistem perekonomian apa yang akn kita anut atau bahkan sebagai counter hegemoni terhadap system ekonomi kapitalisme, yang pada hari ini telah menciptakan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia.

Pancasila Sebagai Counter Hegemoni Sistem Kapitalisme

Sebagai Falsahaf hidup bangsa dalam segala hal ideology pancasaila adalah satu-satunya jalan yang paling tepat bagi bangsa ini, terutama untuk membedah permasalahn bangsa ini yang sedemikian komplek. Apalagi terkait masalah ekonomi bangsa kita. Sistem ekonomi pancasila rasanya menjadi sebuah harga mati yang tak bisa ditawar lagi. Pertama karena pancasila sebagai falsafah hidup bangsa mengandung nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat kita. Ia adalah ideologi yang lahir dari dialektika panjang, serta pergumulan sejarah bangsa ini, yang kemudian mengkristal dan mengakar. Berbeda dengan system perekonomian kapitalisme, yang sudah barang tentu tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa kita yang identik dengan semangata gotong royonng, kapitalisme hanya akan menjadikan mereka yang punya modal berlebih yang akan mendominasi sebuah perekonomian. Dan hal itu kini terjadi di Indonesia dimana pembagian rizki diperuntukan bagi mereka yang bermodal, mereka yang tak brermodal harus tergusur.

Untuk mewujudkan system perekonomian pancasila tersebut  ada langkah-langkah konkrit dan nyata yang bisa kita lakukan, diantaranya :

1. Membangun basis perekonomian rakyat, dimana negara dituntut peranannya untuk menghidupakan serta menjaga perekonomian rakyatnya.

2. Menjadi Koperasi sebagai tiang perekonomian Negara yang mana Koperasi memilik peranan membangkitkan usaha-usaha rakyat. Dengan cara memberikan simpanan dan pinjaman dengan kredit lunak serta berani memberikan jaminan bagi masyarakat dalam berusaha, sehinga rakyat memiliki kenyamanan dalam menjalankan usaha.

3. Negara diwajibkan berpihak kepada kepentingan rakyat dalam urusan ekonomi, bukan malah berpihak kepada segelintir orang ( Pengusaha ).

4. Harus ada sebuah kebijakan yang tertuang dalam undang-undang prihal perekonomian rakyat, yang didalamnya mengatur segala ketentuan tentang hal yang berkaitan prihal ekonomi. Mulai dari investasi, pasar, kredit dst.

Langkah-langkah diatas semoga dapat menjadikan Indonesia menjadi sejahtera seperti yang kita impikan bersama. Semoga.

*) Ivan adalah mahasiswa UNISMA, Bekasi

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment