HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

PNS Jadi Tukang Pel, Meski Lulus Cum Laude

April 27
14:26 2010

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pepatah Melayu ini yang dirasakan Jack Lord, PNS di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Riau. Dia lulus dengan status cum laude di Universitas Riau (Unri), namun kini tugasnya mengepel ruangan.

Jack, begitulah panggilan akrab pria bertubuh kecil kelahiran Tanjung Pinang, 30 tahun silam. LPMP Riau tempatnya bekerja, ada di bawah naungan Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kementerian Pendidikan Nasional. Jack adalah PNS golongan III A, yang berkantor di Jl Gajah, Kecamatan Tenyanan Raya, Pekanbaru.

Pria lajang ini, tidak gengsi walau selaku sarjana dia diberi tugas sebagai tukang sapu dan pel di tempat kerjanya. LPMP Riau memiliki banyak ruangan diklat untuk pelatihan para guru atau para calon PNS. Kantor LPMP berdiri di atas lahan 3,6 hektar dengan puluhan ruangan. Di sanalah Jack harus bertugas menyapu ruangan dan mengepel.

“Saya tidak pernah mengeluh soal kerjaan ini. Tapi ketika saya dinyatakan menjadi golongan III A, masak iya pemerintah menugaskan tukang pel lantai harus sarjana,” kata Jack, Selasa (27/04/2010) di Pekanbaru.

Jack yang bekerja pada bagian umum, setiap hari harus berangkat kerja lebih awal dibanding PNS lainnya yang ada di LPMP Riau. Usai salat subuh, dari rumahnya di Jl Genteng, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, sarjana cum laude dengan nilai IPK 3,75 itu harus buru-buru ke tempat kerja.

“Sebelum PNS pada masuk, saya dan teman-teman PNS yang bertugas sebagai tukang sapu, harus lebih dulu sampai dan bekerja. Setelah seluruh ruangan kami bersihkan bersama, barulah PNS lainnya tiba. Padahal idealnya, PNS masuk kerja pukul setengah delapan pagi,” kata anak kedua dari dua bersaudara itu.

Bila melihat kondisi kerja Jack dibandingkan PNS di jajaran Pemprov Riau, maka hal ini sangat berbanding terbalik. Di jajaran Pemprov Riau, ataupun instansi pegawai negeri pusat lainnya, tidak ada lagi pekerja pel lantai dan membersihkan parit berstatus PNS. Sebab, pekerjaan bersih-bersih seperti itu biasanya dikontrakkan dengan pihak swasta.

“Di tempat saya ini, ada 12 PNS golongan II A yang bekerja sebagai petugas cleaning service. Malah tidak hanya saya yang sarjana, ada teman satu lagi juga sarjana hukum tugasnya sama seperti saya,” kata alumni Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) tahun 2003 itu.[] Detik

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment