HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...

Debat Bicara HMI KAMMI di TVRI Yogyakarta

June 30
23:23 2009

Yogyakarta – Seperti biasanya program acara “Berani Bicara” salah satu program unggulan TVRI Yogjakarta merupakan program untuk kaula muda mahasiswa yang berisi tentang pembahasan isu-isu di masyarakat dan dikupas dengan debat diatas podium dengan berbagai argumen menyertainya.

Selasa (30/06) program Berani Bicara yang mengusung slogan “kritis, sportif dan argumentatif” yang ditayangkan oleh TVRI kali ini mengundang dua narasumber organisasi mahasiswa yaitu HMI-MPO Cabang Yogyakarta dan KAMDA KAMMI Wilayah DIY. Untuk tema yang diangkat dalam acara debat kali ini adalah “Penangkapan Teroris Jelang Pilpres, Kampaye Terselubung kah?”. Program acara yang berdurasi 30 menit ini rencananya akan ditayangkan pada hari Rabu (01/07) pukul 18.30 di TVRI Yogyakarta.

Suasana di studio TVRI terasa meriah dengan hadirnya dukungan suporter kedua kubu baik itu HMI dan KAMMI. Program acara debat ini dipimpin dengan moderatornya Norman Nurvita dari TVRI sendiri. Sebelum acara debat ini dimulai, dibuka dulu dengan yel-yelan dari suara suporter kedua belah pihak masing-masing. Mekanisme debat kali ini menunjuk dua orang dari masing-masing kubu untuk mengutarakan opini mereka dengan tema yang sudah ditentukan. HMI mendapat giliran pertama untuk mengutarakan pendapat.”penangkapan teroris menjelang pilpres kali ini dibentuk oleh pemerintah dan pemerintahan sistem akut yang mencoba mengunakan isu teroris dan mendiskriptifkan umat Islam” ujar Pak Iqbal disambut dengan tepuk tangan meriah oleh pendukungnya.

Oleh pihak KAMMI dalam kesempatan kedua mengutarakan pendapatnya “adanya kampanye terselubung hanya opini saja yang dibuat oleh pemerintah. Ada aktor negara dan apartisme oleh negara” ujar perwakilan dari KAMMI. Setelah kedua kubu sudah selesai mengutarakan opininya. Ketua masing-masing organisasi mulai naik di podium untuk berdebat dengan iringan yel-yelan dan lagu dukungan oleh suporter masing-masing kubu. Pihak HMI diwakili oleh Puji Hartoyo ketua Cabang HMI Yogyakarta dan dari pihak KAMMI diwakili oleh Bung Bahtera.

HMI diwakili oleh Puji Hartoyo mendapat kesempatan pertama untuk berpendapat. “Teroris sebagai opini yang dibuat untuk meningkatkan popularitas. Hal ini dapat di contohkan ketika di Amerika. Presiden sebelum Obama mengunakan isu teroris dalam kampaye pemilu dan itu sangat efektif,” Ujar Puji Hartoyo. “Penangkapan enam orang teroris merupakan incoment bagi SBY karena didukung oleh banyak partai Islam.” kata Puji Hartoyo menambahkan. Dari pihak KAMMI berpendapat ” Islam dijadikan objek sebagai pencitraan jelek. Yang bermain dalam hal ini adalah bukan presiden tapi ada aktor intelektual yang bermain dibelakang.” ujar Bung Bahtera. Suasana studio TVRI terasa mulai panas ketika masing-masing pendukung kedua kubu mulai menyangkal pendapat yang dilontarkan dari perwakilan kubu masing-masing.

Sepertinya kalau debat ini berlanjut waktu durasi 30 menit tidak akan cukup bagi kedua belah kubu untuk mencari kebenaranya. Diakhir acara sebagai pihak ketiga untuk menengahi debat kedua kubu disini adalah Bapak HM Jazir dari (BKPRMI) Yogyakarta mengatakan. “kita semua sepakat umat islam menjadi korban dalam isu teroris ini. Jika dikatakan ini kampanye terselubung dari ketiga calon Capres tidak fokus dalam kampanyenya, kata Bapak Jazir. Dia juga menambahkan “kita ini umat Islam korban kekerasan dalam ruang gelap. Wajar kalau presiden sekarang menangkap para teroris karena ditakutkan nanti menganggu pemilu dan siapa yang mengerakkan dan ada pihak lain yang mengunakan kesempatan ini untuk mencari dukungan hal itu juga dapat dibenarkan.” ujar Bapak Jazir diakhir acara. Diakhiri dengan jabat tangan kedua wakil masing-masing kubu menutup acara debat kali ini. Untuk kedua kalinya kedua belah pihak menjadi narasumber diacara yang sama. Sebelumnya HMI dan KAMMI juga pernah berdebat dengan tema “Haram Golput” di tempat yang sama. (Ismail)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

11 Comments

  1. hartono tirto sudiro
    hartono tirto sudiro July 05, 16:50

    bagiku, KAMMI.. salah satu wadah tempat berkumpulnya orang2 bodoh di bawah label wahabi dengan mengangkat jargon pergerakan “ikhwanul muslimin”.. rasanya mau muntah!!! padahal aslinya.. “akhwatul muslimin”.. ini fakta lho!! hasil survei membuktikan.. rata-rata kader maupun simpatisan ikhwan KAMMI. perilaku n karakternya rada Feminin abiss… and {maaf.red) gay,bencong n everything yg menyimpang.. kalo ga percaya!! masuk dlm lingkungannya.. n pelajari mereka..

    Reply to this comment
  2. Achmad Bauw
    Achmad Bauw July 16, 21:57

    Hemat saya, KAMMI jangan munafik & sok alim, apa lagi ngejual agama untuk kekuasaan partai n orang-orang tertentu…!!! Nauzubillahiminzalik………

    Reply to this comment
  3. Ramlan Nugraha-KAMMI Jawa Barat
    Ramlan Nugraha-KAMMI Jawa Barat July 23, 01:30

    Mas, masalah ini saya fikir sudah selesai. Saya dan mas Titan plus kawan2 HMI Badko Jabar lain pun tidak pernah mengotak-ngatik masalah ini. Ada hal besar yang perlu kita lakukan demi kemaslahatan ummat. Coba lihat page di website ini, ada arahan untuk konsolidasi pasca pilpres. Nah, ini yang harus kita perkuat mas. Salam.

    Reply to this comment
  4. andi tantowi
    andi tantowi July 23, 15:59

    Asslkm…
    perkenalkan Sy dari HMI MPO Komfak Hukum UGM.
    sudah sharusY Qt smua sbg kader dkwah diwajibkan utk tdak saling mmbuka borok orng lain. Sudah saatY Qt lbih dwasa mnilai prbedaan.
    cari prsamaan dn tutup prbedaan.
    Kader HMI prlu mncontoh KAMMI, begitu pula sebaliknya!

    Reply to this comment
  5. Agung Manik
    Agung Manik July 31, 09:49

    ada yah yang namanya Andi Tantowi kader MPO Komfak Hukum UGM??? Koq Saya ga pernah tau ya??? Angkatan berapa Mas? skali2 main ke cabang, hidupkan lagi komfakmu…!!!

    Reply to this comment
  6. syarif HMI MPO Mataram
    syarif HMI MPO Mataram December 05, 16:23

    ana pikir apa yg di bicakan oleh kawan2 di atas perlu dan ini merupakan bahan evaluasi untuk dua organisasi besar ini, KAMMI juga jangan menjadi kaki tangan partai donk..HMI akan terus membenahi diri kok..yg ngak saya suka ketika aktifis KAMMI masuk parlemen, maenan mereka juga malah lebih gila coy..jenggor dan jidak ngak menjamin…

    Reply to this comment
  7. ANSAR
    ANSAR December 07, 09:12

    LAGI MENCARI KOMUNIKASI AKTIF DENGAN KAWAN2 HMI MPO PANGKEP

    Reply to this comment
  8. akuh netral
    akuh netral September 01, 22:40

    semuanya kembali ke individu masing-masing..
    gag usah saling ribut
    nanti malah jadi pengen jadi orang paling benar…..

    Reply to this comment
  9. die'
    die' October 30, 23:07

    sorry bro, muter2 amat bahasanya?

    Reply to this comment
  10. ali
    ali October 11, 00:36

    maaf nimbrung.
    sebagai kader dakwah tlong jangan saling menjelek2kan satu sama lain.

    apabila kadernya saja belum bisa belajar introspeksi dan lebih sering menjelek2an orang lain justru masih perlu dipertanyakan keyakinan yang dimiliki.

    Reply to this comment
  11. fahry
    fahry December 17, 10:32

    tujuan nya sama itu intinya kalo salah dia kan mempertanggungkan nya kelak
    kita semua tahu dan yakin itu Dia sebaik-baik hakim gada yang perlu d ragukan terhadapNya !!!

    Reply to this comment

Write a Comment