HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Fuad Bawasir: Kapitalisme Gagal Sejahterakan Rakyat

March 10
03:40 2009

Dr  Fuad Bawazier, Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat menilai sistem ekonomi kapitalis tidak dapat mensejahterakan rakyat Indonesia. Buktinya, sejak kapitalisme diterapkan di Indonesia pada masa Orde Baru hingga kini di era Presiden SBY, sebagian besar rakyat Indonesia masih belum beranjak dari garis kemiskinan.

“Sudah saatnya kita tinggalkan kapitalisme, sehingga kita bisa mengelola sumber daya alam negeri ini untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia. Kapitalisme harus ditinggalkan karena hanya menguntungkan segelintir orang,” kata Fuad dalam Dialog Kebangsaan bertema Indonesia 2009: Prospek Ekonomi, Politik, Sosial, dan Budaya yang diselenggarakan BEM UIN Syarif Hidayatullah di Aula Studen Center, Kamis (5/3).

Karena itu, menurut Bang Fuad, demikian lelaki ini biasa disapa, siapa pun yang terpilih sebagai presiden pada Pemilu 2009, harus mampu meninggalkan sistem ekonomi kapitalis. Sehingga, sumber daya alam yang melimpah di negeri ini dapat digunakan untuk mensejahterakan rakyat, bukan malah mensejahterakan negara lain.

Untuk mencapainya, mantan menteri keuangan di masa Orde Baru ini menghimbau agar pada Pemilu April dan Juni mendatang rakyat Indonesia memilih pemimpin yang berpihak kepada rakyat. “Jangan pilih pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya,” sarannya.

Lebih lanjut Fuad menilai, para pemimpin yang selama ini menjabat lebih banyak mementingkan urusan pribadinya daripada mementingkan rakyat yang telah memilihnya. Bahkan, mereka menikmati kursi kekuasaannya dengan memanfaatkan jabatan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Mereka lupa terhadap tanggungjawabnya, yang mengakibatkan bangsa ini tidak mengalami perubahan yang berarti, walaupun pemimpin sudah silih berganti.

Selain Fuad Bawazier, hadir pula dalam Dialog Kebangsaan ini tokoh nasional  Prof Dharma Wishesa. Ia  turut memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa UIN Jakarta agar bersemangat dalam memajukan negeri ini ke arah yang lebih baik. “Mari kita jadikan pengalaman masa lalu untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Manfaatkan pemilu 2009 ini dengan cerdas. Karena akan mempertaruhkan nasib negeri ini selama lima tahun ke depan,” kata Dharma.

Dharma juga mengingatkan agar mahasiswa jangan asal berdemonstrasi. Sebagai insan akademis, sebelum berdemonstrasi mahasiswa harus meneliti permasalahannya secara komprehensif. Sehingga tidak sekadar berdemonstrasi tapi juga bisa menawarkan solusi yang membangun. “Jangan coba-coba turun ke jalan kalau tidak tahu permasalahannya,” pungkasnya. (Rita Z)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment