HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Political View: Obama Just a Liberal Product

November 21
22:10 2008

Si hitam manis alumni SD Menteng itu memang benar-benar fenomenal. Bukan hanya wajah tirus nan manisnya yang menawan, tapi aksinya di panggung politik mampu meraih perhatian dunia.

Sedianya pagi ini, Kamis (20/11) saya harus mengikuti mata kuliah Mata Kebudayaan Amerika. Dari hari senin yang lalu, dosen saya sudah semangat sekali mengingatkan bahwa absen saya sudah sampai di limited edition. Tapi…pagi ini langkah kaki lebih tergerak untuk menghadiri Seminar Internasional dengan tema “Terpilihnya Barack Husein Obama dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Islam”. I think…it is the real lecture!!!

Pukul sembilan pagi dijadwalkan acara itu berlangsung. Nampaknya budaya “ngaret” masih harus ada, sehingga pukul sepuluh kurang seperempat acara yang menghadirkan, Muhammad Fanaei Eshkevari, seorang pakar politik di Baqir al-Ulum Foundation (Qom) Iran itu dimulai. Pembicara lainnya Ali Husein dari Islamic Cultural Center- Jakarta. Diskusi dimoderatori Chondro M , S.S, dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Diskusi yang berjalan kurang lebih dua jam itu berlansung cukup semarak.

Acara yang digagas Rektorat Universitas Muhammadiyyah Purwokerto yang dirangkul oleh ICC-J itu mengundang perhatian banyak khalayak baik dari akademisi maupun praktisi. Nggak ayal lagi, ruang A.K. Anshori yang berada di lantai tiga Gedung Pusat kampus UMP, menjadi penuh manusia. Ruangan yang sebenarnya cukup nyaman untuk sekitar 200 peserta, menjadi agak sumpek kayak naik angkutan kota karena pesertanya bejubel.

Sebagai seorang ahli filsafat politik, Mr. Fanaei memulai materinya dengan uraian filosofi politik Islam dan politik Liberal. Dengan bilingual Inggris- Persia, sang mister menjelaskan dan menekankan bahwa politik Islam memiliki perbedaan-perbedaan yang mendasar dengan politik liberal. Perbedaan ini mencakup beberapa hal yaitu : ontologi-nya, epistemologi-nya, antropologi,dan legal system yang diberlakukan di masing-masing sistem politik tersebut. “So, is possibble if we will to reconciliation of them???!! “pertanyaan retorik sang mister. Jawabannya…. tentu tidak!!!

Nah, berbasis dari analisa perbedaan tersebut, Mr Fanaei menganalisis terpilihnya sang hitam manis Barack Husein Obama menjadi orang nomor satu di USA. Kata dia, Obama itu tidak ada pengaruhnya sama sekali bagi umat Islam. Walaupun dia punya middle name “Husein” bukan berarti beliau sama kayak Saddam Husein. Wah…apalagi kalo sama wakil bupati Banyumas, pak Husein ya (red).

Election of USA bukan kita lihat dari siapa yang terpilih, tetapi bagaimana sistem yang berlaku. Presiden bukanlah orang segalanya disana. Walaupun Obama yang jadi, tetapi tetap saja dia adalah hasil dari sistem politik liberal. So, sama aja donk...! Lagipula…presiden itu bukan yang menentukan sistem secara penuh, yang mendesign sistem pemilu di Amerika tetap saja para zionis. So, Obama just a product!!not more, isnt it…

Dalam diskusi yang disampaikan dalam tiga bahasa (Inggris-Indonesia-Persia) itu, Mr.Fanei banyak sekali megungkapkan filosofi politik Islam. Dia menekankan pada seluruh umat Islam, bahwa umat Islam tidak harus terlalu berharap pada terpilihnya BarackObama, umat Islam harus menjadi umat yang berdiri sendiri, bukan tergantung siapapun, apalagi pada kaum barat. “Why we have to depend of it,” tanya Mr. Fanei. Tanya Kenapa..

Nah, sang Mr.Fanei ini juga menjelaskan bahwa ketika kita melihat perspektif Islam secara general, bahwa Islam itu juga mengajarkan kebebasan, hak asasi, dan lain-lain tidak seperti yang dituduhkan oleh Barat bahwa Islam itu “jahat”.

We must know view of Islam. Islam is general. Islam is freedom and rational, respetc, progrees in technology, etc“.

Menurut Mr.Fanei demokrasi hanyalah sebuah alat , metodologi, dalam sebuah sistem kenegaraan seperti election itu.

Mr.Fanei juga menyatakan bahwa Obama itu juga tak berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya. Mr.Fanei kemudian banyak berulas tentang Irak, Iran, dan Palestine. Dari kebijakan-kebijakan yang dikampanyekan Obama, Mr.Fanei menilai si hitam manis itu tak berbeda dengan presiden-presiden Amerika sebelumnya. Apalagi ketika berbicara Palestina , yang jelas-jelas Obama lebih berpihak pada Israel. Mr.Fanei dalam orasi-nya sempat berulang kali menyitir ayat Al-Quran, hadits, sampai kisah filsuf Jalaluddin Rumi.

Diskusi siang itu berakhir ketika kumandang Adzan Dzuhur. Saya lihat banyak peserta kecewa karena tidak banyak mendapatkan kesempatan berdiskusi pada siang itu. Ruang diskusi yang disediakan hanya untuk tiga orang peserta yang ingin bertanya.

Kami meninggalkan ruang seminar dengan penuh pikiran masing-masing. Ada yang berfikir untuk nggak jadi ngefans sama Obama, ada yang tetep kekeuh dan berbangga bahwa Obama karena pernah tinggal di Menteng-Indonesia. Pokoknya bermacam-macam pikiran….termasuk saya yang berfikir..bagaimana cara meyakinkan dosen atas aksi bolos siang ini. Obama memang bikin banyak fikiran!!! Obama…oh Obama… (Shinta)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment