HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Penyimpangan Penerimaan Subsidi BBM

November 26
22:11 2008

Penyimpangan terjadi pada penerimaan subsidi BBM yang mengakibatkan Negara kehilangan potensi pendapatan hingga triliunan rupiah. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) hasil audit BPK untuk tahun 2006 dan 2007, Penerimaan Negara (MAP 423431) hanya tercatat sebesar Rp. 107.248.237.896. Padahal seharusnya total penerimaan Negara dari Laba Bersih Minyak (LBM) ini senilai Rp. 21,427 triliun. Maka telah terjadi kekurangan penerimaan Negara senilai Rp. 21,321 triliun untuk tahun 2006 dan 2007.

Data tersebut ditemukan Indonesia Corruption Watch (ICW) berdasarkan penelitian dan perhitungan subsidi BBM yang mengacu pada hasil pemeriksaan BPK dan LKPP 2006-2007 yang disesuaikan dengan UU APBN 2008. Adapun hal tersebut disampaikan pada Konferensi Pers di markas ICW Jl. Kalibata Timur IVD No.6, (20/11) oleh Firdaus Ilyas, Koordinator Pusat Data dan Informasi ICW. Ia menyampaikan bahwa Negara kehilangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tidak/belum disetorkan oleh PT. Pertamina.

PNBP yang belum disetorkan itu berasal dari pajak Pendapatan Laba Bersih Hasil Penjualan BBM untuk Tahun 2006-2007 sebesar RP.21,321 triliun. Sedangkan  pada Tahun 2008 negara kehilangan potensi Pendapatan dari Laba Bersih hasil penjualan BBM sebesar Rp.24,320 triliun. Jadi total penerimaan negara yang hilang mencapai Rp.45,641 triliun.

Dari temuan penyimpangan  itu ICW menekankan bahwa pemerintah sudah seharusnya menurunkan harga BBM khususnya harga premium dan masih bisa menghemat anggaran subsidi BBM untuk tahun 2008 yang berdasarkan pada harga rata-rata minyak Indonesia (ICP) dan harga Mean Oil Platts Singapore (harga patokan BBM).

Untuk itu ICW merekomendasikan: (1) Meminta BPK untuk melakukan Audit terhadap Penerimaan Negara (PNBP) dari Laba Hasil Penjualan BBM. (2) Mengembalikan Tata Cara dan Perhitungan Subsidi BBM,  dari MOPS +alfa kebentuk Cost plus Fee. Agar lebih menguntungkan keuangan Negara dan juga PT Pertamina sebagai perusahaan. (Nofri Ryantie)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment